Mardianis

Saya bukanlah siapa siapa, dan juga tak punya apa-apa, hanya karena ingin menambah wawasan, teman, serta pengalaman saya beranikan diri untuk bergabung di group...

Selengkapnya
Navigasi Web
TNGP Ajang Silaturahmi Bergensi

TNGP Ajang Silaturahmi Bergensi

Saya salah satu peserta Temu Nasional Guru Penulis (TNGP) dari Kota Bogor. Saya dan teman-teman mewakili alumni sagusabu Bogor2. Kami tidak banyak seperti utusan daerah-daerah lain. Mengapa? Saya juga tidak tahu alasannya. Hanya orang-orang yang punya kemauan keras yang bisa maju. Salah satunya Bu Neneng guru bahasa Indonesia SMA 4 lincah tak kenal lelah. Usianya sudah tidak muda lagi, kira-kira 2 tahun lagi pensiun. Saya sangat salut dengan semangat beliau. Sebenarnya beliau sudah lama aktif dalam menulis, sudah banyak karya yang beliau hasilkan. Namun baru kali ini bergabung dengan mediaguru melalui sagusabu Bogor2.

Kami bertiga naik kereta dari kota Bogor . Pukul 5 subuh sudah antre.

“Bu Anies tunggu ya, saya ke toilet dulu,” iya Bu. Saya dan Bu Euis guru SMKN 2 Bogor menunggu dengan sabar. Setelah itu kami menaiki kereta duduk di gerbong bagian belakang. Gerbong khusus perempuan. Kami bertiga sangat antusias karena baru kali ini kami mengikuti acara TNGP ajang silaturahmi yang sangat bergengsi. Karena ini hanya ada di mediaguru. Maju terus mediaguru, jayalah Indonesiaku. Perjalanan ke Jakarta tidak menghabiskan waktu yang lama. Ketika sampai di stasiun yang dituju Bu Neneng kembali berkata. “Bu Anies tunggu ya ke toilet dulu,”katanya. “Iya Bu,” Kami lagi-lagi menunggu dengan setia. Begitulah berulang-ulang, tak terhitung sampai beberapa kali selama 2 hari. Kami sangat memaklumi.

Acara Temu Nasional Guru Penulis (TNGP) yang dihelat oleh mediaguru ini sudah selesai. Acara yang sangat spektakuler ini berjalan sukses. Semua itu tidak lepas dari kerja sama yang solid antara pejabat-pejabat inti, CEO mediaguru Bapak Muhammad Ihsan beserta jajarannya. Namun acara ini masih menyisakan sejuta cerita pada para insan guru di tanah air khususnya bagi para peserta. Para peserta yang jumlahnya lebih dari 500 ini menghebohkan Balaikota DKI Jakarta pada tanggal 30 November-1 Desember 2019.

Sumatra Barat salah satu provinsi yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat, mengirimkan duta-duta literasi hampir 100 orang, jumlah yang sangat luar biasa. Sebagai bukti bahwa literasi sudah membumi di tanah Minang ini. Perjuangan menggerakkan literasi terutama menulis buku tidak diperoleh dengan mudah. Ada campur tangan seseorang. Siapakah dia? Bundo Yasmi. Nenek lincah, cantik dan enerjik. Beliaulah pembuka jalan hingga guru-guru penulis menjamur di tanah Minang. Usaha beliau tidak sia-sia. Lelah beliau terbayarkan dengan bonus umrah dari mediaguru. Tak ketinggalan duta-duta literasi dari Sumatra Utara, Jambi, Kepri, sampai Sulawesi bahkan ada yang dari Papau ikut meramaikan acara Temu Nasional Guru Penuslis 2019.

Walaupun para peserta berasal dari berbagai daerah, berbagai suku, bahasa, agama, dan budaya namun dalam TNGP tak terlihat perbedaan. Mereka melebur, berbaur menjadi satu dalam wadah mediaguru. Sebelumnya hanya bercuap-cuap di dunia maya. Saling mengisi dan melengkapi.TNGP mempertemukan mereka di dunia nyata. Tak ada kecanggungan untuk berpelukan maupun cipika-cipiki. (Bapak dengan bapak guru, ibu dengan ibu guru lainnya). Sungguh besar daya tarik mediaguru sehingga mampu menghimpun guru yang terserak dari seluruh penjuru.

Suatu hal yang menarik bagi saya, dikala para guru sibuk berswafoto. Ada beberapa guru perempuan yang ingin sekali berfoto dengan Bapak Muhammad Ihsan CEO mediaguru, beliau menolak dengan halus sambil menyatukan kedua tangan di dada. Pertanda beliau tidak ingin berfoto dengan para ibu. Tentu ada alasan yang masuk di akal sehingga beliau berperilaku seperti itu. Beliau sudah memberikan contoh yang sebenarnya agar tidak muncul fitnah di sekitar kita. Ya wajar, banyak para ibu yang ingin berfoto dengan beliau karena beliau sosok yang menarik, berwibawa, dan kharismatik. Saya juga pernah merasakan hal yang sama dengan para ibu tadi. Ketika bertemu dengan beliau di acara Seminar MediaGuru 2 bulan yang lalu. Beliau menolak untuk berfoto padahal rame-rame. Saya bisa mengerti dan memakluminya.

Saya sempat foto bersama dengan Pak Haji Achmad Syaihu yang juga sangat dikenal oleh guru-guru seNusantara. Motivator andal yang telah menarik dan berhasil mengajak guru-guru penulis pemula seperti saya untuk menghasilkan karya yang dikemas dalam antologi. Saya mengikuti beberapa antologi yang digerakkan oleh beliau. Beliau menanggapi tulisan-tulisan yang masuk dengan bijak. Tak peduli berkualitas atau tidak. Sejatinya beliau mengajak para guru untuk menuangkan ide-ide yang terpendam dalam tulisan.

Pak Leck juga sempat saya ajak berfoto. Pak Leck yang sering menyetujui tulisan-tulisan saya di FB mediaguru. Bu Nurhayati penggiat literasi dari Kepri. Kami sering berbalas pantun di FB mediaguru. Meskipun pantun saya tidak berhubungan atau kurang nyambung. Pak Magfur Qumaidi editor andal yang dialek Jawanya sangat kental. Saya sengaja menemui beliau yang duduk di bagian depan ruangan itu hanya sekadar membayar utang. Ya, beliau pernah mengirim buku Ciptakan Syurga di Kelas tetapi belum saya bayar 50 ribu. Oowwhh malunya saya!

Walaupun baru kali ini naik MRT di stasiun Lebak Bulus tidak ada hal yang menarik kecuali warna merah dan kuning busuk yang menebar di stasiun. Itulah para guru peserta TNGP dengan pakaian yang sama dan kompak sambil menjinjing bingkai cover karya mereka. Senyum manis menghiasi bibir. Perasaan senang tergambar di sana. Perjalanan menuju Kantor Kemendikbud dituangkan dalam tulisan. Meskipun sambil berdiri tidak ada hambatan karena jiwa menulis telah terpatri di dada.

Pergi ke Jakarta naik kereta api

Jangan lupa turun di Senayan

Semoga kita bisa berjumpa lagi

Di acara TNGP tahun depan

Profil

Mardianis, M.Pd Lahir di Paninjauan Solok, 21 Agustus 1971. Mengajar di SMPN 13 Kota Bogor Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Sebelumnya menjadi guru honorer di SMP Swasta PGRI 4 Kota Bogor. Kemudian diangkat menjadi guru bantu dan ditetapkan sebagai PNS pada tahun 2008. Mulai menulis sejak mengikuti kelas sagusabu Depok2 pada Januari 2019. Alhamdulillah berkat kerja keras dan dukungan dari Bapak/Ibu guru yang tergabung dalam mediaguru hingga saat ini saya sudah menyelesaikan 3 buku tunggal dan 6 buku antologi. Terimakasih telah membersamai saya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Semangat terus, Bu Anies...

09 Dec
Balas

Terimakasih supportnya Bun, Barakallah

09 Dec

Kok bisa sama tema kita ya buk

09 Dec
Balas

Rapopo, Pak Mukhlisin, Barakallah

09 Dec
search