Anies Piliang

Saya bukanlah siapa siapa, dan juga tak punya apa-apa, hanya karena ingin menambah wawasan, teman, serta pengalaman saya beranikan diri untuk bergabung di group...

Selengkapnya

Bulan Promosi

Gelak tawa, canda ria, serta senyum kebahagiaan tersungging di bibir anak-anak kelas 9 pagi menjelamg siang Rabu, 13 Maret 2019. Mengapa semyum mereka lepas. Yeach, jelas saja, hari ini mereka tidak belajar, bebas dari pikiran dan beban berat, kata mereka, uuhh dasar anak-anak. Rata-rata anak-anak senang dan bahagia bila ada moment-moment tertentu yang membuat mereka tidak belajar atau meninggalkan kelas, tidak hanya kelas 9 kelas 7 dan 8 sama seperti itu. Suatu siang Juan kelas 8 bertanya padaku. "Bu, hari Senin kelas 7 dan 8 libur bukan?" tanyanya. "Ada apa, kok libur?" balik aku yang bertanya. "Ng...nggak, bukannya kelas 9 TO, eehh simulasi?" tanyanya lagi. ""Walaupun To atau simulasi, ini tidak ada hubungannya dengan kalian, tidak menggangu, dan tidak ada pengaruhnya pada kalian," jawabku tegas. "Kan berisik, Bu, anak-anak kelas 9 butuh konsentrasi dan harus fokus," Juan menambahkan. Dalam hati aku berkata, waduuhh ini anak ngotot amat supaya mereka diliburkan, heemm kalau begini terus, bagaimana nanti nasib mereka ke depannya, malas dan mau libur terus. Apakah sekolah dan belajar itu merupakan sesuatu yang berat? Aku rasa tidak, asal segala sesuatu dimulai dengan niat yang baik. Sesulit apapun bila ada usaha yang sungguh- sungguh pasti akan membuahkan hasil yang baik.

Sebentar lagi siswa kelas 9 akan bertempur, berjuang demi mendapatkan nilai yang memuaskan dan diharapkan bisa lulus serta melanjutkan ke sekolah favorit yang mereka impikan. Bulan-bulan terakhir menjelang UN banyak pihak-pihak sekolah lain berdatangan ke sekolah kami dengan tujuan mempromosikan segala sesuatu yang berkaitan dengan sekolah mereka.

Pagi itu kelas 9 diundang oleh sekolah BORCESS ASHOKAL HAJAR (boAsh) di bawah naungan Yayasan Muztahidin Al-Ayubi (YMA) dalam rangka promosi sekolah mereka. Pihak sekolah Borces menjemput dan mengantar siswa serta guru dengan armada yang mereka miliki Trans Boash. Sekolah Borces termasuk salah satu sekolah swasta terbesar, terluas, dan jumlah siswa terbanyak di bandingkan dengan sekolah swasta dan negeri yang ada di Bogor. Walaupun letaknya di kabupatem Bogor Namun peminatnya datang dari segala penjuru.

Keseruan anak-anak pagi itu membuat aku senang, bahagia. Bus Borces menjadi saksi keindahan itu. Ada anak-anak yang sibuk ngobrol, ada yang bercanda, ada menyanyi. Apalagi bila lagu yang diputar adalah lagu favorit dari idola mereka, huuuhhh hebohnya luar biasa. Suatu ketika aku mengingatkan mereka, "Anak-anak, kita sudah sampai di kota." "Yeeaacch, ibu, kita juga tahu kalie," ciletuk mereka sambil terus kembali bernyanyi. Aku sengaja menggoda mereka, biarpun sekolah kami agak di pinggir kota tetapi mereka bukan kampungan.

Tiba-tiba ada pesan masuk lewat WA. "Ibu mau kemana?"tanya Mama Andhika. "Mau ke Borches, Ma,"jawabku. "Owh, tadi Andhika tidak ngasih tahu," tanyamya lagi. "Iya, mama, saya juga baru tahu." jawabku. "Owh, iya hati-hati ya bu, tadi Andhika bawa bekal, Bu. "Iya, anak-anak sudah menyantap bekal yang mereka bawa atas arahan pembina kesiswaan. Tuunng...ada WA dari Mama Raka. "Ibu, mau kemana? Nitip Raka ya bu, saya lagi di Cibinong. "Iyaa mama, itu sudah menjadi tanggung jawab kami, jangan kawatir. Mama Raka salah satu orang tua yang sering menanyakan tentang anaknya. Rasa kawatir beliau sangat tinggi. Yeach, wajar saja, namanya juga orang tua. Komen tar-komentar bermunculan dari WA yang masuk, setelah aku membagi foto-foto keseruan anak-anak waktu itu.

Cukup lama kami berada di sekolah Borces. Pihak sekolah Borces menguraikan panjang lebar, rinci dan detail mengenai sekolah tersebut. Satu jam terakhir diisi dengan motivasi-motivasi belajar yang disampaikan langsung oleh ketua yayasan Muztahidin Al-Ayubi. Ketua yayasan menjelaskan asal-usul berdirinya sekolah ini dan perjuangan dalam membangun, merintis yayasan ini dari nol sampai sukses seperti sekarang ini. Tak lupa ketua yayasan memberi motivasi-motivasi serta kiat sukses pada anak-anak. Anak-anak sangat antusias memperhatikan dan mendengarkan pen jelasan ketua yayasan., dengan bahasa gaulnya membuat anak-anak merasa dekat dan akrab. Terakhir ketua yayasan menunjukkan kedermawanannya dengan membagi-bagi uang, dengan syarat harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya. Arila dan Siti Sarah berhasil membawa masing-masing 500 ribu rupiah, atas jawaban yang mereka berikan, selamat ya anak-anak. Sesi terakhir dimeriahkan dengan penampilan siswa BORCESS nyanyi solo, dance, dan musik dangdut. Benar-benar seru hari ini. Pukul 15.00 kami kembali ke sekolah, anak-anak tersenyum bahagia dan senang.

Heeemm, aku bahagia bersama kalian, semoga jadi anak yang sholih dan sholihah, sukses dunia akhirat, Aamiin

Pamoyanan, 15 Maret 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Pasti seru acaranya Bu Anies...Ikut merasa senang..Tulisan yang renyah...Barakallah Bu Anies..

16 Mar
Balas

Seru sekali, Terimakasih bunda Rini, udah mampir, Semoga sehat selalu, Barakallah

16 Mar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali